...

Tiada Kata TERLAMBAT untuk BERHASIL ! ---------- JANGAN menunggu KESEMPATAN tapi CIPTAKAN lah KESEMPATAN! ---------- Seorang Pemenang Menyukai segala Tantangan. ---------- Jadilah Anda Sebagai PEMENANG !

8 Fakta Tentang Tertawa


1. Anak-anak tertawa lebih banyak daripada orang dewasa. Anak-anak tertawa 400 kali dalam sehari sedangkan orang dewasa hanya sekitar 15 kali.

2. Lelucon membantu anak mengenal berbagai hal seperti hubungan sebab-akibat, perbendaharaan kata yang baru, etika sosial , dan lain-lain.


3. Anak yang memiliki selera humor yang baik memiliki kemampuan beradaptasi yang baik dengan teman-teman sebayanya.

4. Wanita tertawa 126% lebih banyak dari laki-laki

5. Lelaki lebih mudah menjadi bahan tertawaan daripada perempuan (lebih banyak anak laki-laki menjadi bahan olok-olokan di sekolah daripada anak perempuan).

6. Contagious Laughter : Kita lebih senang tertawa saat ada orang lain tertawa. Saat sendirian menonton komedi situasi di TV, kita turut tertawa ketika penonton di televisi tertawa. Hal ini disebabkan tawa adalah suatu bahasa yang universal, ekspresi emosi yang sulit untuk dipalsukan atau ditutup-tutupi.

7. Tertawa mengaktifkan berbagai bagian di otak. Bagian otak yang bereaksi terhadap lelucon adalah medial ventral pefrontal cortex, dimana bagian ini turut berperan dalam perkembangan kognitif, kepribadian dan emosi.

8. Semakin besar jumlah anggota kelompok dalam suatu situasi, semakin mudah untuk dibuat tertawa .Karenanya lelucon merupakan ice breaker yang paling efektif

Sumber : http://jelajahunik.blogspot.com/2011/12/8-fakta-tentang-tertawa.html#ixzz1hLE8qBZ2

Baca Selengkapnya......

Melepaskan 8 Hal dalam hidup


1. Melepas tekanan
Lelah tidaknya Anda tergantung pada persepsi Anda. Apabila Anda tidak membersihkan pikiran, maka pikiran akan penuh debu. Setiap hari Anda akan menemui banyak kegiatan, sebagian bahagia, sebagian lagi tidak.

Semua peristiwa ini akan menetap di pikiran, melebur dan mengacaukan pikiran. Bila Anda menyimpan kenangan yang menyakitkan, Anda akan merasa sangat tertekan. Oleh karenanya, bersihkan pikiran Anda, biarkan hal-hal itu berlalu, singkirkan kenangan pahit, maka Anda akan memiliki banyak ruang untuk kebahagiaan.

Ketidakbahagiaan merupakan akar penderitaan Anda.


2. Melepas kekhawatiran
Kebahagiaan sebenarnya cukup sederhana. Melatih tersenyum, bukan secara mekanis memasang ekspresi pada wajah Anda, tetapi berusaha keras untuk mengubah apa yang Anda rasakan di dalam. Belajar untuk menerima kenyataan dengan tenang; belajar bagaimana mengatakan kepada diri sendiri, “Saya akan mengikuti sifat alam.”

Belajar bagaimana menghadapi krisis dengan jujur, memandang hidup dengan positif, melihat sisi terang dari segala sesuatu. Dengan demikian, secercah cahaya akan masuk ke dalam hati Anda dan menghalau kegelapan.

Kebahagiaan itu sebenarnya sederhana. Hanya membiarkan diri Anda merasa bahagia.


3. Melepas pikiran ruwet
Hilangkan hal itu dari kamus Anda. Tidak semua orang bisa menjadi contoh teladan yang dikagumi semua orang, namun semua orang dapat memiliki pikiran yang besar. Pikiran yang besar dapat meredam rasa sakit dan kesedihan seseorang; dapat mengompensasi kekurangan Anda; memungkinkan Anda untuk melanjutkan perjalanan hidup tanpa rasa takut dan membantu menyadari bahwa pikiran Anda sendiri dapat melampaui gedung pencakar langit dan gunung tertinggi!

Percaya pada diri sendiri, temukan relung sendiri dan Anda juga dapat memiliki kehidupan yang berharga.


4. Melepas rasa malas
Kerja keras dapat mengubah hidup seseorang. Jangan gelap mata, iri pada orang lain. Jika Anda dapat mencoba keras dan gigih, Anda juga bisa memilikinya. Karena ketika Anda berlatih hingga sempurna, itu adalah sebuah ketrampilan.

Hanya untuk mengingatkan: memperbaiki diri sendiri, bahagia, sehat, dan bersikap baik, akan memungkinkan Anda untuk memiliki kehidupan yang indah.

5. Melepas sikap buruk
Jika ingin berhasil, berusahalah untuk menjadi yang terbaik. Ganti sikap negatif Anda dengan positif. Ganti keacuhan dengan martabat, kemunafikan dengan ketulusan; pikiran sempit dengan toleransi, depresi dengan kebahagiaan, kemalasan dengan ketekunan, kerentanan dengan ketangguhan… selama Anda mau, Anda akan menjadi yang terbaik sepanjang hidup Anda.

Tidak ada yang bisa mempengaruhi hasil perjuangan Anda. Anda adalah satu-satunya yang bertanggung jawab. Meskipun tidak semua mimpi dapat menjadi kenyataan, mimpi indah dapat membawa keindahan pada hidup seseorang.


6. Melepas keluhan
Lebih baik bekerja keras daripada mengeluh. Semua kegagalan adalah dasar untuk sukses. Mengeluh dan menyerah adalah halangan yang mencegah datangnya keberhasilan. Menerima kegagalan dengan tenang adalah cara cerdas.

Mengeluh tidak dapat mengubah kenyataan, hanya kerja keras yang bisa membawa kembali harapan. Emas murni selalu ada saatnya bersinar.

Banyak mukjizat dalam kehidupan dibuat oleh orang yang lahir dalam lingkungan yang tidak menyenangkan.

Jangan khawatir pada hidup, dan jangan berpikir bahwa kehidupan memperlakukan Anda secara tidak adil. Pada kenyataannya, Anda diberikan porsi hidup yang sama dengan orang lain.


7. Melepas keraguan
Mengambil tindakan cepat. Setelah Anda memutuskan sesuatu, jangan ragu. Majulah ke tujuan Anda dan jangan menoleh ke belakang. Kesempatan muncul sekejab dan hanya kecepatan dan ketegasan yang dapat menangkapnya.

Mengambil tindakan cepat merupakan salah satu karakteristik orang sukses. Bila Anda tahu bahwa ide Anda baik, bertindaklah secepat Anda bisa, jika Anda melihat peluang yang baik, tangkaplah. Dengan demikian, Anda dijamin akan sukses.

Beberapa orang harus Anda lupakan. Beberapa kejadian baik untuk mengintrospeksi diri Anda. Beberapa hal harus diurus. Beberapa hal tidak bisa menunggu, dan sekali keraguan timbul akan mengakibatkan penyesalan dalam hidup Anda. Hanya jika Anda dapat membiarkan hal-hal tersebut pergi ketika Anda harus melepasnya, Anda dapat memperoleh kebahagiaan yang benar-benar milik Anda dalam hidup ini.


8. Melepas prasangka
Ketika pikiran Anda luas, langit dan bumi akan menunjukkan ruang.

Toleransi adalah kebaikan. Bila Anda menolerir orang lain, Anda benar-benar membuat ruang bagi jiwa Anda. Hanya dalam dunia yang penuh toleransi, manusia dapat memainkan lagu kehidupan yang harmonis.

Jika tidak menginginkan prasangka, kita harus menciptakan masyarakat yang toleransi. Jika kita ingin menghilangkan prasangka, pertama-tama kita harus menyingkirkan pikiran sempit.

Hanya dengan menyingkirkan prasangka jauh-jauh, seseorang dapat memiliki keharmonisan dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat.

Bukan hanya kita yang menginginkan kebahagiaan, tetapi juga teman dan saudara kita, dan bahkan orang asing. Kita ingin mereka semua merasakan kebahagiaan kita. Sukacita berbagi kegembiraan melampaui sukacita dalam memiliki.

Baca Selengkapnya......

5 Efek Negatif Bangun Terlalu Siang


Bangun tidur pada waktu berbeda bisa memunculkan dampak buruk pada kesehatan.
Pada hari kerja, Anda pasti bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Tetapi saat libur atau cuti panjang yang biasanya terjadi adalah Anda bangun sesiang mungkin seakan 'balas dendam', karena setiap hari bangun pagi.


Padahal bangun tidur pada waktu yang sama setiap harinya akan membuat Anda merasa lebih baik. Ada beberapa alasan mengapa Anda tidak perlu menekan tombol untuk menghentikan alarm di ponsel atau jam weker saat hari libur. Karena, bangun tidur pada waktu berbeda bisa memunculkan efek negatif, yaitu.
1. Masalah metabolisme
Jika Anda tidur terlalu lama, tubuh tidak akan berfungsi sesuai ritmenya. Anda akan merasa lapar dalam jangka waktu lama dan hal ini mempengaruhi kecepatan metabolisme. Hal ini akan membuat bobot tubuh meningkat.
2. Lesu
Tidur berlebihan akan membuat Anda merasa lesu karena metabolisme Anda masih bekerja dalam 'set' malam hari. Tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memulai sistem dan tidak dapat berfungsi normal. Jika Anda benar-benar ingin tidur sedikit lebih lama, usahakan jangan lebih dari tiga puluh menit.
3. Kehilangan waktu produktif
Para ahli menganggap pagi hari adalah waktu paling produktif karena pikiran Anda masih segar. Jika Anda tidur terlalu lama maka akan akhirnya kehilangan banyak waktu produktif dalam sehari. Sehingga, Anda harus menyelesaikan pekerjaan sampai larut malam dengan terburu-buru.
4. Disorientasi
Tidur terlalu lama membuat Anda sulit berkonsentrasi dalam waktu lama. Kecuali, setelah bangun tidur Anda langsung berolahraga. Lalu, karena metabolisme tidak bisa berhenti otak akan membuat Anda merasa lapar.
5. Sakit kepala
Cairan serebrospinal bergerak ke otak ketika Anda tidur terlalu lama. Kondisi ini, jika berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan sakit kepala parah dan bahkan menyebabkan kebutaan. Jadi, pikirkan lagi jika Anda ingin tidur lebih lama.


Baca Selengkapnya......

9 Tips Menghilangkan Pikiran Negatif


Hal yang paling mengganggu dan memberi dampak negatif dalam kehidupan kita sebenarnya berasal dari pandangan buruk terhadap diri anda sendiri. Kadang kita terlalu keras menghukum dan merendahkan diri kita sendiri atas kejadian-kejadian buruk yang menimpa diri kita atau pun orang lain.

Berikut ada beberapa Tips menghilangkan sifat negatif tersebut :


1.HIDUP DI SAAT INI.
Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.

2.KATAKAN HAL POSITIF PADA DIRI SENDIRI
Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.

3.PERCAYA PADA KEKUATAN PIKIRAN POSITIF
Jika Anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.

4.JANGAN BERDIAM DIRI.
Telusuri apa yang membuat Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.

5.FOKUS PADA HAL-HAL POSITIF.
Ketika kita sedang sedang berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar hal-hal kecil seperti 'hari ini cerah' atau 'makan sore hari ini menakjubkan'. Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.

6.BERGERAKLAH
Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekadar berjalan mengelelingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down, aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.

7.HADAPI RASA TAKUTMU
Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.

8.COBA HAL-HAL BARU
Mencoba hal-hal baru juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan "ya" pada kehidupan Anda, membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran 'ya, tapi...'. Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.

9.UBAH CARA PANDANG
Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap

Baca Selengkapnya......

Ngegombal dengan Matematika


(Peringatan: Artikel ini untuk para pembaca yang sudah berumur di atas 17 tahun. Bagi pembaca yang masih di bawah umur, silakan minta untuk didampingi orang tua! :mrgreen: Tapi, yang jelas, isi artikel ini bukanlah hal-hal yang berbau mesum. Tidak berisi hal-hal yang berbau porno. Tidak pula berisi gambar-gambar seronok, bugil, menantang, atau yang lainnya. Artikel ini, sebagiannya berisi cerita yang diangkat dari kisah nyata. Karena itu saya ucapkan terimakasih pada pihak-pihak yang telah mengijinkan cerita ini untuk dibuat. Dan, saya berharap semoga cerita ini bermanfaat! :D )


“Kang, gombal itu apa sih artinya?”

Itulah pertanyaan yang dulu pernah terlontar dari adik kecil saya. Satu pertanyaan sederhana yang bagi saya tak mudah untuk menjelaskannya. Tak mudah karena adik saya masih anak-anak, belum remaja.

“Ah, nanti juga kamu bakalan tahu,” begitu jawab saya waktu itu.

Mendapat tanggapan seperti itu, adik saya makin penasaran. Dia terus saja bertanya, merengek ingin tahu arti dari gombal itu apa. Tak mendapat jawaban dari saya, dia tak putus asa, kemudian bertanya ke teteh saya. Entah, apakah teteh saya menjawabnya atau tidak, saya tidak tahu waktu itu.

Sebetulnya mudah saja saya menjawab arti dari kata gombal itu. Gombal, menurut yang saya pahami, artinya perkataan yang “sedikit bohong” berupa rayuan seorang laki-laki pada seorang wanita atau sebaliknya. Rayuan itu biasanya berisi kata-kata manis untuk menyenangkan hati seseorang yang digombali.

Perkataan “sedikit bohong” jelaslah kualitatif sifatnya! Saya belum tahu kuantitas dari kata “sedikit” itu. Karena itu, saya tidak tahu apakah definisi tadi bernilai benar atau tidak. Walaupun begitu, setidaknya, saya sudah mengutarakan apa yang saya pahami. Mungkin para pembaca punya pengertian lain dari kata “gombal” itu. Silakan beri tahu saya! :D

Bila suatu hari nanti, saya ditanya ulang tentang arti dari “gombal”, insya Allah dengan senang hati saya akan menjawabnya. Tetapi saya lebih suka menjawabnya bukan dengan langsung memberi definsi seperti yang sudah dikemukakan tadi. Saya ingin menjawabnya dalam uraian cerita pendek seperti berikut ini. Dengan cara ini, walau sedikit bertele-tele, mudah-mudahan mempunyai nilai lebih ketimbang hanya memberi artinya secara langsung.

Cerpen: Al Jupri

Alkisah, ada dua orang yang saling bersahabat, Tom dan Alvi. Mereka berdua adalah mahasiswa dan mahasiswi yang saling berteman baik sejak mereka masuk kuliah. Alvi adalah seorang mahasiswi yang sangat cerdas, pintar, baik, dan cantik lagi. Dikatakan cerdas dan pintar, setidaknya dapat dilihat dari indeks prestasinya yang selalu di atas 3,5 (alias cum laude). Dikatakan baik karena prilaku kesehariannya memang baik dan disukai banyak orang. Dan secara fisik dia memang cantik (setidaknya karena dia adalah seorang perempuan. :mrgreen: ).

Karena cerdas, pintar, baik, dan juga cantik, tak heran banyak mahasiswa yang mengejar-ngejar untuk mendapatkan cinta dari si Alvi itu. Dari sekian banyak, ada seorang mahasiswa yang paling gigih, seperti sangat serius untuk mendapatkan cintanya. Sebut saja nama mahasiswa yang ngejar-ngejar itu Jerry.

Alvi bingung, apakah dia akan menerima cinta Jerry atau tidak.

Walau Alvi punya beberapa teman wanita yang akrab, tapi dia jarang bercerita tentang masalah pribadinya pada mereka. Alvi lebih suka curhat alias berbagi cerita pada teman dekatnya, si Tom.

“Tom, tuh si Jerry masih ngejar-ngejar saya! Saya bingung mau nerima atau engga,” begitu kata Alvi bercerita ke si Tom.

“Lha, kamunya suka engga sama dia?” tanya Tom.

“Engga tahu ya, saya ragu,” lagi Alvi berkata dalam kebimbangan.

“Ragu gemana?” tanya si Tom lagi, berusaha menjadi teman curhat yang baik. :D

“Dred, dred, dred, dred,…,” suara ponsel Alvi bergetar menerima SMS.*

“Tuh, si Jerry kirim SMS lagi,” kata Alvi pada Tom.

“Apa isinya?” tanya Tom.

Alvi pun tak ragu memberi tahu isi SMS-nya ke si Tom. Entahlah si Tom tak tahu kenapa si Alvi mau memberi tahu hal yang bersifat pribadi padanya. Apakah mungkin karena si Alvi mengganggap Tom sebagai sahabat dekatnya?

“Isinya: I miss u,” kata Alvi.

“Ah gombal tuh! Jangan percaya!” begitu kata Tom dengan tegas.

“Masa sih? Dia biasa kok tiap kirim SMS sering bilang gitu,” kata Alvi memberi penjelasan.

“Mmmmmh, iya sih, emang gombal sepertinya. Tapi, saya ga suka lelaki yang tukang gombal!” lagi kata Alvi.

“Tapi, perempuan kan seneng digombalin?” begitu kata Tom dengan sedikit menggoda.

Alvi hanya tersenyum. :D

Kemudian mereka terus saja ngobrol kesana kemari. Hingga mereka ngobrol dan berdiskusi tentang tipe wanita (sebagai istri) idaman Tom dan juga tipe pria (sebagai suami) idaman Alvi.

“Wanita pilihan yang bakal jadi istri kamu seperti apa Tom?” tanya Alvi.

“Hmmmh… apa ya?” Tom berfikir.

“Yang pertama, harus seiman dengan saya, ” begitu kata Tom (sok religius).

“Mmmh, kalau cantik nomor berapa Tom?” tanya Alvi.

“Ya, nomor berapa ya? Mmmh… masuk empat besar deh!” begitu kata Tom sambil ketawa. :D

“Terus apalagi kriterianya?” tanya Alvi lagi. Kemudian dengan sedikit berpikir, Tom menyebutkan kriteria-kriterianya.

“Kalau saya sih ingin punya suami yang…” begitu kata Alvi sedikit tertahan, mungkin dia berfikir.

“Laki-laki yang beriman, teguh, good, smart…” Alvi melanjutkan kata-katanya.

“Apalagi?” tanya Tom.

“Dan berani menghadapi tantangan hidup bersama saya!” ujar Alvi dengan bangga.

Sebetulnya, di hati kecilnya, Alvi menyukai Tom. Alvi diam-diam mengagumi si Tom, seorang mahasiswa yang bisa dibilang punya sedikit banyak prestasi juga. Makanya dia bertanya begitu, bertanya kriteria wanita idaman. Mungkin begitu juga dengan Tom, dia pun menyukai si Alvi.

“Wah, saya ga masuk kriteria kamu dong kalau gitu?” kata Tom sambil senyum becanda. :D

“Emang mau daftar? Belum dibuat formulirnya!” kata Alvi dengan sedikit ketus.

“Engga ah, ga jadi daftar! Takut ditolak! Daripada ditolak, mendingan engga daftar sekalian!” kata Tom sambil tertawa hahahaha… :D

Terjadi perbincangan hangat, sedikit saling ledek dan becanda.

“Beruntung ya laki-laki yang bakal mendapatkan cinta kamu?” begitu kata Tom ke Alvi.

“Kenapa Tom?” Alvi pura-pura bertanya ingin tahu.

“Ya iya laaaah, kamu tuh udah pinter, cerdas, baik, cantik lagi!” ujar Tom dengan jelas.

“Ah masa sih?” Alvi tersipu malu.

“Kayaknya, kriteria wanita idaman saya terpenuhi semua deh sama kamu,” kata Tom pada Alvi (sambil tersenyum :D ).

Hati Alvi makin berbunga-bunga, hidungnya kembang kempis, serasa terbang mendengar kata-kata Tom.

“Tapi sayang, kriteria kamu terlalu tinggi! Saya…,” begitu kata Tom pura-pura menyesal. :D

“Ya, itukan idealnya! Kalau ga ada yang ideal, ya saya terima deh yang mendekati ideal,” jelas Alvi dengan tegas (yang sebetulnya menutupi perasaan senangnya sekaligus menginginkan si Tom. :mrgreen: )

Kemudian Alvi kembali ke pembicaraan awal.

“Mmmh, jadi gemana nih Tom? Terima ga nih si Jerry?” tanya Alvi memancing si Tom.

“Gemana ya? Ya terserah kamu….,” jawab Tom agak datar dan hatinya sedikit kesal (mungkin karena sedikit cemburu). :D

“Tiap hari tuh, si Jerry selalu bilang cinta and rindu sama saya. Bilang miss u lah, bilang I love you pula, ah pokoknya romantis terus deh,” begitu cerita Alvi pada Tom.

“Hmmmh…, ah kamu ini gemana sih? Kata-kata seperti itu kan biasa. Cuma gombalan biasa! Gombalan yang ga bermutu!” ledek Tom pada Alvi.

“Emang kamu bisa ngegombal?” tanya Alvi spontan.

Mendapat pertanyaan itu Tom senyum-senyum dan kemudian tertawa. Hahahahahaha… :mrgreen:

“Kalau saya yang ngegombal, yang jelas gak akan seperti si Jerry! Dan tentunya lebih hebat!” begitu kata Tom dengan percaya diri.

“Coba gemana cara kamu ngegombal?” pinta Alvi.

“Mmmmh…” Tom masih diam.

“Ah kamu ga bakalan bisa ngegombal! Bisanya cuma matematika doang…” ledek Alvi pada Tom.

“Hahahahahahaha…. kamu tuh ga nyadar yah! Dari tadi tuh banyak lho kata-kata saya yang ngegombalin kamu,” begitu kata Tom keceplosan. :mrgreen:

“Dek!” Alvi kaget.

Kemudian Alvi ngamuk-ngamuk ke Tom. Teringat segala ucapan kata-kata Tom yang barusan.

Singkat cerita, Alvi sedikit kesal dan marah ke si Tom. Diam! Ga mau bicara ke Tom.

Si Tom berusaha mengajak ngobrol lagi. Tetapi si Alvi tetap diam, jutek. Segala kata-kata dikeluarkan, tetap saja si Alvi diam.

Kemudian Tom berpikir. Mencari cara agar bisa kembali membuka obrolan dengan si Alvi.

“Maaf ya yang tadi,” dengan lembut Tom mulai mengajak bicara Alvi, walau dia tetap diam.

“Ya, walau kata-kata saya yang tadi banyak gombalnya. Tapi…” Tom mulai mengeluarkan jurus ampuhnya.

“Tapi, gombalan saya itu ga semuanya bohong kok,” Tom berusaha menetralkan suasana.

Si Alvi lagi-lagi masih diam.

“50% gombalan saya tadi itu jujur kok! 25% setengah jujur, dan 25% nya lagi itu baru cuma buat nyenengin kamu doang,” begitulah kata-kata ampuh yang dikeluarkan Tom.

“Aaaaaaah, kamu gombal lagi nih! Ga ah, ga percaya! Kamu gombal lagi kan?” Alvi mulai terpancing bicara walau masih sedikit marah.

“Duh, kamu ini gemana sih. Itukan penjelasan saya, masa ga percaya sih?” kata Tom yang berharap Alvi mempercayainya.

“Dasar kamu itu yah! Ngegombal aja pake persentase!” Alvi masih marah.

“50% kata-kata saya tadi jujur kok, serius!” Tom meyakinkan.

“Udah ah jangan gombal terus!” Alvi pura-pura kesal (walaupun hatinya senang. Senang juga karena si Tom jujur bahwa dia baru saja ngegombalin dia. “Cara ngegombal yang aneh,” begitu yang ada di pikiran Alvi. Hatinya tersenyum.)

Singkat cerita, akhirnya, mereka berdua baikan lagi deh. Alvi mempercayai kata-kata Tom.

(Padahal mungkin Tom hanya bersilat lidah untuk memperbaiki kesalahan yang dia buat barusan. Kesalahan karena mengaku menggombali teman baiknya. Ya, si Tom mungkin hanya berkelit dari blunder yang sudah dilakukannya.)

======================================================

Cerita ini bisa bersambung, bisa juga berhenti di sini! Tergantung keadaan. Ya, tergantung keadaan, apakah pihak-pihak yang diceritakan dalam cerpen ini masih bersedia atau tidak ceritanya ditulis di sini. Saya sendiri belum tahu kelanjutan ceritanya bakal seperti apa. :D

Ya sudah segitu saja ya perjumpaan kita kali ini. Mohon maaf pada para pembaca setia blog ini, baru hari ini saya bisa meng-update blog ini lagi. Semoga tidak kapok untuk balik ke sini. Sampai jumpa di artikel berikutnya. :D

Oh, iya. Sebagai latihan, coba cari perkataan Tom mana saja yang termasuk menggombali si Alvi! Tentukan pula prosentase gombalan si Tom itu! Apakah benar komposisinya 50% jujur, 25% setengah jujur, dan 25 % buat nyeneningin doang? :mrgreen:

Baca Selengkapnya......

Untuk apa belajar matematika??


“Untuk apa belajar Matematika?”

Pertanyaan tersebut lumayan sering muncul ketika beberapa orang dianjurkan dengan paksa ataupun tidak paksa untuk belajar Matematika. Tidak tahu apakah pertanyaan itu muncul sebagai wujud nyata dari ke-kritis-an seseorang atau justru muncul sebagai refleksi atas ke-apatis-an seseorang terhadap Matematika?


Pertanyaan tersebut lumayan sering saya dengar sejak dulu, tetapi sepertinya saya pribadi tidak pernah mengajukan pertanyaan tersebut mungkin karena kepasrahan dan kekurangkritisan saya. Menurut pengalaman pribadi ditambah penuturan beberapa teman, pertanyaan tersebut diungkapkan mulai dari anak kecil (SD) sampai mahasiswa. Pertanyaan tersebut kelihatannya cukup sepélé tapi lumayan sulit untuk dijawab, kecuali kalau kita menjawabnya dengan prinsip “pokoknya…”.

Berikut ini beberapa contoh jawaban ngawur atas pertanyaan tersebut:

1. Ketika Tita (seorang anak SD kelas 1) bertanya “Untuk apa sich belajar Matematika?”

Mungkin bisa dijawab dengan singkat, “Supaya kamu bisa menghitung banyaknya kue yang kamu miliki dan juga bisa membaginya dengan adil untuk kakak dan adik”

2. Bagaimana kalau pertanyaan tersebut dilontarkan oleh seorang anak SMP?

Jawab saja dengan “Karena nanti di SMA (kalau melanjutkan sekolah) kalian juga akan belajar Matematika.”

3. Untuk anak SMA kita bisa memberikan jawaban untuk membuktikan dan menurunkan beberapa rumus Fisika kita membutuhkan Matematika. *Halah…jawaban macam apa ini*

4. Yang terakhir ini benar-benar pengalaman pribadi saya yang terbaru tentang pertanyaan tersebut.

Sekitar 1 tahun yang lalu saya ditanya oleh seorang mahasiswa Jurusan Pendidikan Keolahragaan yang harus menempuh satu mata kuliah wajib yang katanya menyebalkan, yaitu Matematika Dasar. Dia tanya “Untuk apa sih belajar Matematika segala? Memang kalau kita mau melempar lembing harus menghitung sudutnya dulu supaya bisa jauh?”.

Jujur saja saya tidak kaget dengan pertanyaan “Untuk apa sih belajar Matematika segala?” tetapi saya lumayan kaget dengan pertanyaan lanjutannya; “Memang kalau kita mau melempar lembing harus menghitung sudutnya dulu supaya bisa jauh?”. Pertanyaan lanjutan tersebut sebenarnya sudah menunjukkan kalau dia tahu Matematika di dalam ilmu keolahragaan tetapi tentu saja hal tersebut bukan merupakan aplikasi nyata dan realistis Matematika dalam ilmu keolahragaan. Terus terang waktu itu saya tidak mau berdebat panjang lebar tentang kegunaan Matematika bagi dia karena menurut saya dia juga benar. Waktu itu saya langsung memberi jawaban “Ya kamu benar. Mungkin kamu memang tidak butuh ilmu Matematikanya untuk disiplin ilmu keolahragaanmu, tetapi ingat kamu sangat membutuhkan nilai mata kuliah Matematika tersebut. Seandainya kamu tidak lulus mata kuliah Matematika, niscaya kamu tidak akan bisa menempuh ujian skripsi…apalagi lulus jadi Sarjana Olahraga.”.

Tidak tahu dia puas atau tidak dengan jawaban ngawur saya tersebut tapi yang jelas dia langsung diam dan menurut kabar yang saya terima dia dapat lulus mata kuliah Matematika Dasar dengan nilai yang memuaskan, tentu saja nilai yang dia dapat tidak ada kaitannya dengan jawaban saya waktu itu.

Tapi apakah sesimpel itu jawaban-jawaban untuk pertanyaan “Untuk apa belajar Matematika?”

Ilmu Matematika diantaranya meliputi aritmatika, geometri, aljabar dll sehingga kalau mau sok idealis tentu saja banyak manfaat Matematika untuk ilmu pengetahuan lain dan juga untuk kehidupan, misalnya:

Kombinasi (Statistika) bisa digunakan untuk mengetahui banyaknya formasi tim bola voli yang bisa dibentuk.
Aritmatika hampir digunakan setiap hari, yaitu untuk hitung-menghitung.
Geometri bisa digunakan para ahli sipil karena geometri salah satunya adalah membahas tentang bangun dan keruangan.
Aljabar bisa digunakan untuk memecahkan masalah bagaimana memperoleh laba sebanyak mungkin dengan biaya sesedikit mungkin.
Mungkin dengan logika Matematika juga bisa membantu untuk berpikir logis, tapi tentu saja bukan hanya Matematika saja yang bisa membantu dalam berpikir logis.

Itulah beberapa manfaat belajar Matematika jika ditinjau dari sudut pandang “sok dalil”, sehingga tentu saja masih banyak yang ngéyél “Untuk apa anak STM belajar tentang diferensial dan integral?”

Jadi sekali lagi, “Untuk apa susah-susah belajar Matematika?”

Baca Selengkapnya......

Kentut Termahal Dihargai Rp930 Juta!


Persoalan kentut memicu konflik dan berakhir di pengadilan dengan konpensasi
US$ 100.000 atau sekitar Rp. 930 juta!

Kedengarannya sesuatu hal yang konyol persoalan kentut bisa berakhir di pengadilan dan menimbulkan gugatan materi dgn jumlah yg cukup fantastis, tapi ini benar-benar terjadi di Swedia.


Menurut Göran Andervass, 44 , seorang teknisi komputer dia kedatangan seorang klien dikantornya dan klien-nya itu kentut diruangannya, kentut yang keras dan menimbulkan bau yang menjijikkan, demikian menurut koran lokal setempat Aftonbladet.

Andervass menuduh klien-nya itu memprovokasi dirinya dengan kentut dihadapannya dan dia marah terhadap klien-nya itu sehingga menimbulkan pertengkaran dan kegaduhan sehingga menarik perhatian orang seisi kantor, sampai akhirnya berita itu sampai ke telinga boss si klien yang juga merupakan direktur Bank National Swedia.

Andervass dan klien-nya dipanggil si boss di Bank National Swedia dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, Andervass menuturkan apa yang terjadi tapi si klien tetap membantah keras kalau dia telah kentut dan menimbulkan bau yang tidak sedap dan sekali lagi pertengkaran hampir saja kembali terjadi kalo saja tidak ditengahi oleh direktur Bank National Swedia itu.

Akhirnya Andervass dipecat oleh kantornya atas pengaduan boss Bank National Swedia dengan alasan “persoalan pribadi”.

Tentu saja Andervass tidak terima dan balik menuntut Bank National Swedia ke pangadilan dengan gugatan ganti rugi inmateriil sebesar U$ 100,000 atau sekitar Rp. 930 juta! dan ternyata gugatan Andervass dikabulkan pengadilan sehingga Bank National Swedia diwajibkan membayar ganti rugi inmateriil sebesar Rp. 930 juta!

Inilah kentut termahal yang pernah tercatat dalam sejarah peradaban manusia.

Sumber: http://www.tahukahkamu.com/2011/12/kentut-termahal-dihargai-rp930-juta.html#ixzz1gZtjCVhY

Baca Selengkapnya......